Ingin Memuaskan Hati Seorang Pria Maka Sentuhlah Akalnya, Tetapi Jika Anda Ingin Memuaskan Hati Seorang Wanita Sentuhlah Perasaannya(hatinya).Bila Anda Ingin Memuaskan Orang Banyak (Khalayak), Bangkitkan semangatnya (Emosinya) PNI MARHAENISME GO TO WALKOT: 2009

Selasa, 17 Maret 2009

Culture Tangerang Selatan

CIPASERA: KOTA TERAKHIR PELENGKAP SABUK
KOTA-KOTA SATELIT JAKARTA
Cipasera atau yang sekarang dikenal dengan Tangerang Selatan merupakan kawasan di baratdaya Jakarta yang masuk ke dalam administrasi pemerintahan daerah Kabupaten Tangerang, provinsi Banten. Tuntutan pemekaran wilayah yang berbatasan langsung dengan Ibukota RI ini menjadi sebuah kota otonom yang berdiri sendiri akhir-akhir ini semakin kuat. Terlepas dari segalanya, permintaan ini dianggap wajar, karena penanganan masalah daerah penyangga kawasan perbatasan dengan DKI, lebih layak ditangani oleh sebuah daerah yang berstatus kota otonom daripada kabupaten.
Cipasera atau bakal Kota Tangerang Selatan rencananya akan meliputi 8 (delapan) kecamatan di bagian tenggara Kabupaten Tangerang, yaitu; Ciputat, Pamulang, Serpong, Pondok Aren, Cisauk, Setu (pemekaran Cisauk), Serpong Utara (pemekaran Serpong), Ciputat Timur (pemekaran Ciputat). (sumber Wikipedia)

Bakal Kota Tangerang Selatan
Kab. Tangerang Pasca Cipasera
SABUK KOTA-KOTA SATELIT METROPOLITAN JAKARTA
Dengan akan berdirinya Kota Tangerang Selatan, maka daerah penyangga (buffer zone) perbatasan DKI bagian Selatan, Timur, dan Barat seluruhnya telah dan akan berstatus Kota. Kota-kota satelit Jakarta yang telah ada yaitu: Kota Tangerang, Kota Bekasi, Kota Depok. Dan dengan berdirinya kota otonom baru di barat daya DKI ini, bakal Kota Tangerang Selatan ini akan melengkapi lingkaran sabuk kota-kota satelit Metropolitan DKI Jakarta.
1. Kota Tangerang: Luas: 164.54 Km2, (Pop. 1,487,000 jiwa, tahun 2003)
2. Kota Depok: Luas: 200.29 km2, (Pop. 1,353,000 jiwa, tahun 2003)
3. Kota Bekasi: Luas: 210.49 km2, (Pop. 1,932,000 jiwa, tahun 2003)
4.(Bakal) Kota Tangerang Selatan: Luas lk. sama dengan Kota Tangerang. (Pop. 966,000 jiwa, tahun 2006)
HITUNG-HITUNGAN EKONOMIS
Jika diasumsikan penduduk DKI Jakarta (pada saat malam hari) sekitar lk. 8-10 juta jiwa, dan penduduk di 4 (empat) kota-kota satelit Jakarta tsb sekitar lk. 5-6 juta jiwa. Maka asumsi total penduduk di kedua wilayah tersebut sekitar lk. 15-16 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk Jakarta dan Kota-kota satelitnya yang setara dengan jumlah penduduk provinsi NAD Aceh dan Sumatera Utara digabung menjadi satu, dan luas wilayah yang hanya 1.5% dibandingkan gabungan kedua provinsi diatas, dan perputaran uang yang diprediksi di wilayah ini mencapai 70% dari total nasional, terlihatlah bahwa DKI Jakarta dan Kota-kota Satelitnya merupakan potensi pasar yang sangat menggiurkan.


Kota kota Satelit di sekitar Jakarta: Kota Tangerang, Kota Depok, Kota Bekasi

Sabuk Kota Satelit Jakarta: Kota Tangerang, bakal Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, Kota Bekasi
Catatan: Data-data grafis dari peta vektor BPS, diedit sesuai kebutuhan.
Catatan 2: Bakal Kota Tangerang Selatan merupakan perkembangan lebih lanjut dari rencana Kota Otonom Cipasera yang pada awal rencana pembentukannya terdiri dari 6 (enam) kecamatan di Kabupaten Tangerang, yaitu: (1).Ciputat (sebelum dimekarkan), (2). Cisauk (sebelum dimekarkan), (3). Pamulang, (4). Pagedangan (data terakhir kecamatan ini dikeluarkan), (5). Serpong (sebelum dimekarkan), (6). Pondok Aren. (Koran Tempo 30 Nov 2004)

Informasi Tangerang selatan

SELAMAT DATANG DI TANGERANG SELATAN

CIPUTAT – Pengesahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bukan lagi teka-teki. Hampir dipastikan, pengesahan daerah otonom baru di bagian selatan Kabupaten Tangerang ini disahkan DPR RI pada Rabu (29/10), besok.
Kepastian ini disampaikan Hery Haryanto, salah satu tim pembentukan Kota Tangerang Selatan Pemkab Tangerang, Senin (27/10).
“Insya Allah, pengesahan Kota Tangerang Selatan tidak meleset. Pengesahan telah dijadwalkan DPR RI pada 29 Oktober,” ungkap Hery.
Hery mengatakan, Kota Tangerang Selatan akan disahkan berbarengan dengan 9 daerah otonom baru lainnya. Total daerah yang berpeluang disahkan ada 17. “Terdiri dari 15 daerah yang satu kloter. Di sini salah satu Kota Tangerang Selatan dan dua daerah lain yang sisa tahun sebelumnya,” ungkap Hery.
Dikatakan Hery, dari 10 daerah yang disahkan pada 29 Oktober ini masuk tiga kategori, yakni lulus murni terdiri dari Kota Tangsel (Banten), Kabupaten Pringsewu (Lampung), dan Kabupaten Sabu Raijua (NTT).
Kemudian, kategori lulus toleran atau lulus tapi masih ada yang masih harus dilengkapi, terdiri dari Kabupaten Nias Barat (Sumatera Utara), Kabupaten Nias Selatan (Sumuatera Utara), Kota Gunung Sitoli (Sumatera Utara), Kabupaten Mesuji (Lampung), dan Kabupaten Tulang Bawang (Lampung).
Terakhir, lulus bersyarat, yang terdiri dari Kabupaten Intan Jaya (Papua) dan Kabupaten Paniai (Papua).
Diungkapkan Hery, saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari Bupati Tangerang Ismet Iskandar dalam menyikapi pengesahan Kota Tangerang Selatan, seperti perlu tidaknya membawa massa ke Gedung DPR RI.
“Pak Bupati belum memberi arahan. Soal pengesahan ini, beliau pun telah menginformasikan kepada para anggota DPRD Kabupaten Tangerang,” ujar Hery.
Sebelumnya, kalangan DPR RI memberi sinyal bahwa pengesahan Kota Tangerang Selatan digelar pada akhir Oktober ini atau tepatnya tanggal 29 Oktober.
“Insya Allah akhir masa sidang nanti, tanggal 29 Oktober, DPR akan mengesahkan Kota Tangerang Selatan,” kata Anggota Komisi II DPR RI Jazuli Juwaini, Kamis (23/10) pekan lalu.
Jazuli mengakui, pengesahan Kota Tangerang Selatan ini mundur dari jadwal semula, yakni pada 24 Oktober.
Terpisah, Asda I Pemkab Tangerang Mas Iman Kusnandar mengatakan, Kota Tangsel dinilai memenuhi kriteria PP Nomor 78 Tahun 2007 tentang Pembentukan, Penggabungan, dan Penghapusan Daerah.
Beberapa waktu lalu, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menegaskan, penjabat walikota Tangerang Selatan ditentukan Pemprov Banten.
Penjabat walikota Tangsel yang ditunjuk itu nantinya bisa berasal dari birokrat Pemprov Banten atau Pemkab Tangerang selaku pemerintah induk.
Pelantikan penjabat walikota dilakukan pada bulan Desember, jika Kota Tangerang Selatan disahkan sesuai jadwal, pada Oktober ini.
Diketahui, sebagai pemerintah induk, Pemkab Tangerang telah mengalokasikan dana 9,7 miliar dari APBD untuk Pilkada Kota Tangsel.
Untuk personel, Pemkab Tangerang telah menyiapkan sekitar 4.631 pegawai baik fungsional maupun struktural, mulai dari sekda hingga staf pelaksana untuk ditempatkan di Pemkot Tangsel.

CIPASERA: KOTA TERAKHIR PELENGKAP SABUK
KOTA-KOTA SATELIT JAKARTA
Cipasera atau yang sekarang dikenal dengan Tangerang Selatan merupakan kawasan di baratdaya Jakarta yang masuk ke dalam administrasi pemerintahan daerah Kabupaten Tangerang, provinsi Banten. Tuntutan pemekaran wilayah yang berbatasan langsung dengan Ibukota RI ini menjadi sebuah kota otonom yang berdiri sendiri akhir-akhir ini semakin kuat. Terlepas dari segalanya, permintaan ini dianggap wajar, karena penanganan masalah daerah penyangga kawasan perbatasan dengan DKI, lebih layak ditangani oleh sebuah daerah yang berstatus kota otonom daripada kabupaten.
Cipasera atau bakal Kota Tangerang Selatan rencananya akan meliputi 8 (delapan) kecamatan di bagian tenggara Kabupaten Tangerang, yaitu; Ciputat, Pamulang, Serpong, Pondok Aren, Cisauk, Setu (pemekaran Cisauk), Serpong Utara (pemekaran Serpong), Ciputat Timur (pemekaran Ciputat). (sumber Wikipedia)

Bakal Kota Tangerang Selatan
Kab. Tangerang Pasca Cipasera
SABUK KOTA-KOTA SATELIT METROPOLITAN JAKARTA
Dengan akan berdirinya Kota Tangerang Selatan, maka daerah penyangga (buffer zone) perbatasan DKI bagian Selatan, Timur, dan Barat seluruhnya telah dan akan berstatus Kota. Kota-kota satelit Jakarta yang telah ada yaitu: Kota Tangerang, Kota Bekasi, Kota Depok. Dan dengan berdirinya kota otonom baru di barat daya DKI ini, bakal Kota Tangerang Selatan ini akan melengkapi lingkaran sabuk kota-kota satelit Metropolitan DKI Jakarta.
1. Kota Tangerang: Luas: 164.54 Km2, (Pop. 1,487,000 jiwa, tahun 2003)
2. Kota Depok: Luas: 200.29 km2, (Pop. 1,353,000 jiwa, tahun 2003)
3. Kota Bekasi: Luas: 210.49 km2, (Pop. 1,932,000 jiwa, tahun 2003)
4.(Bakal) Kota Tangerang Selatan: Luas lk. sama dengan Kota Tangerang. (Pop. 966,000 jiwa, tahun 2006)
HITUNG-HITUNGAN EKONOMIS
Jika diasumsikan penduduk DKI Jakarta (pada saat malam hari) sekitar lk. 8-10 juta jiwa, dan penduduk di 4 (empat) kota-kota satelit Jakarta tsb sekitar lk. 5-6 juta jiwa. Maka asumsi total penduduk di kedua wilayah tersebut sekitar lk. 15-16 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk Jakarta dan Kota-kota satelitnya yang setara dengan jumlah penduduk provinsi NAD Aceh dan Sumatera Utara digabung menjadi satu, dan luas wilayah yang hanya 1.5% dibandingkan gabungan kedua provinsi diatas, dan perputaran uang yang diprediksi di wilayah ini mencapai 70% dari total nasional, terlihatlah bahwa DKI Jakarta dan Kota-kota Satelitnya merupakan potensi pasar yang sangat menggiurkan.


Kota kota Satelit di sekitar Jakarta: Kota Tangerang, Kota Depok, Kota Bekasi

Sabuk Kota Satelit Jakarta: Kota Tangerang, bakal Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, Kota Bekasi
Catatan: Data-data grafis dari peta vektor BPS, diedit sesuai kebutuhan.
Catatan 2: Bakal Kota Tangerang Selatan merupakan perkembangan lebih lanjut dari rencana Kota Otonom Cipasera yang pada awal rencana pembentukannya terdiri dari 6 (enam) kecamatan di Kabupaten Tangerang, yaitu: (1).Ciputat (sebelum dimekarkan), (2). Cisauk (sebelum dimekarkan), (3). Pamulang, (4). Pagedangan (data terakhir kecamatan ini dikeluarkan), (5). Serpong (sebelum dimekarkan), (6). Pondok Aren. (Koran Tempo 30 Nov 2004)

replika http://5fcc.com/?ref/3400

Rabu, 11 Maret 2009

Bisnis Sampingan

Paid Review Indonesia

Senin, 09 Maret 2009

gadget AdsenseCamp




gadget AdReviewCamp


Paid Review Indonesia

Selasa, 03 Maret 2009

Photo Gallery 1

Beliau Pembimbing Haji

Kamis, 26 Februari 2009














ShoutMix chat widget

Just To Walkot

Harapan Warga Tangerang

Just Go To Walkot Tangerang



















Ir. H. Abdul Hanif Afrianto

Senin, 23 Februari 2009

Caleg PNI MARHAENISME GO TO WALKOT


Untuk Menjadi Pemimpin Harus Dimulai melakukan Hal Hal Kecil terlebih dahulu, dekat dengan Umat, Dekat Dengan Masyarakat & Lingkungan Sebagai Profile & Pribadi yg nyaman.
Ir. H.Abdul Hanif Afrianto adalah salahsatunya Caleg DPRD II Kab Tangerang Partai PNI MARHAENISME No. 15 No. Urut Caleg No.1